Pesantren SISKE SAKTI

Aplikasi SISKESAKTI, Startup yang Lahir dari Santri untuk Digitalisasi Keuangan Pesantren

Indonesia memiliki jumlah penduduk muslim tertinggi di dunia, dengan banyaknya penduduk muslim tersebut maka Indonesia punya banyak sekali lembaga pendidikan yang khusus mempelajari agama islam, salah satunya adalah Pesantren.

Di kutip dari Wikipedia, Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan kiai dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri.

Berbicara mengenai santri, banyak dari pesantren itu berada di kampung yang jauh dari perkotaan, sehingga banyak yang menganggap santri itu tertinggal secara teknologi, namun sebenarnya tidak.

Santri adalah santri yang selalu menjunjung tinggi Akhlak dalam perkataan maupun perbuatan, dan tidak mau kalah dalam berinovasi tentunya, hal inilah yang membuat CEO SISKESAKTI, Ustad Ari Hidayat berupaya melahirkan StartUp yang sangat bermanfaat untuk Pesantren.

Beragam fitur hadir di Aplikasi ini, mulai dari topup saldo dari bank manapun, pembayaran Syahriah/SPP, pembayaran uang gedung, pembelanjaan hanya dengan kartu santri, Tarik tunai dan Aplikasi ini sudah terkoneksi dengan App Android yang di pegang wali santri, sehingga proses transaksi santri bisa di kontrol dari rumah melalui HP.

Harapan terbesar dari StartUp ini adalah, semakin banyaknya pesantren di Indonesia yang mau melakukan Digitalisasi terhadap sistem keuangan santri dan koperasi. “Siskesakti ini adalah hasil pemikiran dan karya santri yang diperuntukkan untuk kemajuan dan kemandirian pondok pesantren di Indonesia,” kata Ustad Ari Hidayat sekaligus CEO Siskesakti yang ditemui di sela-sela Audiensi dengan Kemenristek, Selasa (23/02).

Saat ini StartUp SISKESAKTI telah dipakai dan beroperasi di 36 Pesantren (Tahap 1) di Indonesia dan terus bertambah, mereka sangat terbantu dengan adanya Aplikasi ini, saat berita ini dirilis SISKESAKTI menginfokan ada proses pemasangan Aplikasi (Tahap 2) di 142 Pesantren lainnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *